12 Contoh Graphic Organizer untuk Guru dan Siswa

Last updated: April 1, 2026
contoh-contoh pengatur grafis gambar yang ditampilkan

Contoh-contoh pengatur grafis memberikan jalan pintas visual kepada guru dan siswa untuk memecah informasi yang rumit menjadi struktur yang jelas dan dapat dipindai. Baik Anda sedang memetakan esai lima paragraf, membandingkan mitosis sel dengan meiosis pada diagram Venn, atau mengurutkan garis waktu historis, pengatur yang tepat akan mengubah kebingungan selama berjam-jam menjadi kejelasan dalam hitungan menit.

Di bawah ini, kami akan membahas 12 contoh pengatur grafis yang dikelompokkan berdasarkan tujuan pembelajaran. Masing-masing termasuk deskripsi, kasus penggunaan di kelas, dan templat gratis yang dapat Anda sesuaikan di Piktochart.

Untuk bacaan terkait, lihat panduan kami mengenai templat kartu flash.

Mengapa Pengatur Grafis Bekerja: 7 Manfaat yang Didukung oleh Penelitian

Sebagian besar alat bantu kelas menjanjikan keterlibatan. Pengatur grafis memberikan sesuatu yang lebih sulit dipalsukan: pemahaman yang dapat Anda lihat.

Penelitian tentang pembelajaran visual menunjukkan bahwa otak memproses gambar kira-kira 60.000 kali lebih cepat daripada teks. Ketika siswa menyusun informasi secara spasial, mereka mengaktifkan saluran memori verbal dan visual sekaligus, yang memperkuat daya ingat selama tes dan diskusi.

Berikut adalah tujuh alasan yang didukung oleh penelitian mengapa pengatur grafis harus ada dalam setiap rencana pembelajaran.

1. Mereka membuat ide-ide abstrak menjadi konkret. Peta konsep mengubah hubungan yang tidak terlihat antara dua prinsip ilmiah menjadi sebuah garis di halaman. Setelah siswa dapat menunjukkan hubungan tersebut, mereka dapat menjelaskannya.

2. Mereka membangun keterampilan berpikir kritis. Menyortir informasi ke dalam kategori-kategori pada diagram T atau menimbang sebab dan akibat pada diagram tulang ikan memaksa siswa untuk menganalisis, bukan menghafal.

3. Mereka meningkatkan retensi memori. Pengaturan spasial menciptakan penanda mental. Siswa yang menyusun catatan secara visual dapat mengingat 20-30% lebih banyak materi dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan catatan linear, menurut penelitian tentang teori pengkodean ganda.

4. Mereka mendukung pengajaran yang berbeda. Diagram Venn tunggal dapat digunakan untuk siswa kelas dua SD yang membandingkan karakter fiksi dan siswa kelas sepuluh yang membandingkan sistem ekonomi. Formatnya berskala; isinya menyesuaikan.

5. Mereka membantu proses penulisan. Peta esai atau peta cerita memecah halaman kosong yang mengintimidasi menjadi kotak-kotak berlabel. Siswa mengisi satu kotak pada satu waktu, dan draf pertama terbentuk tanpa kelumpuhan menatap dokumen kosong.

6. Mereka menutup kesenjangan untuk pelajar ESL dan multibahasa. Kerangka kerja visual mengurangi hambatan bahasa. Bagan alur mengkomunikasikan urutan tanpa memandang tingkat membaca, sehingga memberikan struktur bersama pada ruang kelas multibahasa.

7. Mereka mendorong metakognisi. Ketika siswa memilih pengatur mana yang sesuai dengan suatu tugas, mereka merefleksikan bagaimana mereka belajar. Memilih garis waktu daripada peta konsep menandakan keputusan sadar tentang jenis informasi: apakah itu berurutan atau hirarkis?

Graphic organizers bukanlah lembar kerja yang harus diisi dan dibuang. Mereka adalah alat bantu berpikir. Jika digunakan secara konsisten, alat ini akan melatih siswa untuk mengorganisir informasi secara mandiri, bahkan setelah templatenya hilang.

Apa yang dimaksud dengan Graphic Organizer?

Pengatur grafis adalah alat yang membantu mengatur informasi dan konsep yang kompleks secara visual dengan cara yang mudah dipahami dan diingat. Pengatur grafis secara efektif mengatur dan memvisualisasikan informasi dengan membuat hubungan antara konsep atau fakta. Dengan mengilustrasikan hubungan antar konsep secara visual, pengatur grafis memudahkan untuk menganalisis dan menginternalisasi informasi, menjadikannya alat yang sangat baik sebagai panduan belajar.

Kita tahu bahwa setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda. Menyajikan informasi dalam format visual yang sistematis memungkinkan siswa untuk mengikuti dengan kecepatan mereka sendiri dan memahami hubungan dengan lebih mudah daripada melalui penjelasan verbal saja. Mereka juga dapat menjadi alat yang sangat berharga bagi para pelajar visual.

12 Contoh Graphic Organizer untuk Berbagai Tujuan Pembelajaran

Ada banyak sekali jenis pengatur grafis di luar sana, karena informasi dapat diatur dan divisualisasikan dengan berbagai cara. Kami akan berfokus pada 12 jenis pengatur grafis yang paling membantu bagi guru dan siswa, yang disusun berdasarkan tujuan utama dari masing-masing jenis.

Pengatur Grafis untuk Curah Pendapat dan Mengatur Ide

Beberapa pengatur grafis secara khusus sangat bagus untuk mengatur ide untuk curah pendapat. Berikut ini tiga contohnya.

Peta Pikiran

Peta pikiran adalah pengatur grafis yang mengatur informasi secara terstruktur dan menarik secara visual. Ketika peta pikiran selesai dibuat, Anda akan mendapatkan struktur yang terlihat seperti jaring laba-laba. Contoh pengatur grafis adalah peta pikiran di Piktochart berikut ini. Peta ini menunjukkan nilai-nilai perusahaan, dengan nilai-nilai yang berbeda yang bercabang dari ide sentral, yaitu nilai-nilai perusahaan.

contoh peta pikiran

Kita semua tahu bahwa mengingat informasi dapat menjadi sangat sulit, terutama ketika sejumlah subtopik yang berbeda berhubungan dengan satu topik utama. Seorang siswa dapat menggunakan peta pikiran untuk menguraikan taksonomi makhluk hidup, dengan ‘Organisme’ di tengah, ‘Kerajaan’ bercabang satu tingkat, ‘Filum’ bercabang dari setiap ‘Kerajaan’ dan seterusnya.

Peta Konsep

Peta konsep adalah jenis lain dari pengatur grafis yang unggul dalam merepresentasikan informasi hirarkis. Peta konsep menggunakan kotak atau lingkaran untuk mewakili konsep yang berbeda, dengan garis atau anak panah yang diberi label untuk mengilustrasikan hubungan di antara keduanya.

Peta konsep memiliki banyak kegunaan dalam lingkungan pendidikan. Peta konsep membantu dalam pemahaman berurutan konsep yang berbeda bagi siswa. Sebagai contoh, jika seorang guru harus menguraikan struktur pemerintahan suatu negara, kemungkinan besar ia akan menggunakan peta konsep untuk menunjukkan cabang dan subcabang dari berbagai lembaga pemerintahan secara sistematis.

Diagram Cluster

Diagram cluster atau awan membantu melakukan curah pendapat tentang berbagai ide di sekitar konsep utama. Jenis pengatur grafis ini disebut cluster karena topik atau ide yang terkait dengan ide utama membentuk sebuah cluster di sekelilingnya. Sebagai contoh, diagram cluster dapat membantu siswa menentukan seberapa banyak yang mereka ketahui tentang suatu topik dan area mana yang perlu diteliti lebih lanjut.

Jenis pengatur grafis ini sangat berguna ketika menghasilkan ide untuk sebuah proyek atau merencanakan fase-fase yang berbeda. Diagram kluster memecah subjek yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, baik untuk individu maupun kelompok, misalnya, selama menentukan ruang lingkup proyek pada tahap awal.

Pengatur Grafis untuk Membandingkan dan Mengontraskan

Jenis pengatur grafis berikutnya membantu Anda untuk membandingkan dua konsep atau lebih. Anda dapat menggunakan pengatur ini untuk membandingkan dan membedakan ide, orang, peristiwa, dan kebijakan. Sebagai contoh, katakanlah Anda sedang mengajarkan sebuah unit tentang berbagai bentuk pemerintahan. Anda dapat menggunakan pengatur grafis perbandingan dan kontras untuk membantu siswa menguraikan persamaan dan perbedaan utama antara demokrasi dan kediktatoran. Jenis pengatur grafis ini akan menjadi pilihan utama Anda.

Penting untuk diketahui, bahwa apabila Anda menggunakan jenis pengatur grafis ini untuk membandingkan dua konsep, Anda mencakup persamaan dan perbedaan di antara kedua konsep tersebut. Namun, dengan kontras, hanya perbedaannya saja yang disebutkan. Beberapa contoh dari kategori pengatur grafis ini diberikan di bawah ini.

Diagram Venn

Diagram Venn biasanya terdiri dari dua hingga tiga lingkaran yang tumpang tindih. Kesamaan antara konsep-konsep dituliskan di area yang sama atau tumpang tindih, sedangkan semua fitur yang berbeda atau unik disebutkan di bagian lingkaran yang tidak tumpang tindih dengan lingkaran lainnya.

Sebagai contoh, Anda dapat meminta siswa Anda menggambar diagram Venn untuk buah dan sayuran yang berwarna merah atau oranye. Area yang sama di antara dua lingkaran akan berisi sayuran seperti tomat yang termasuk dalam kedua kategori ini. Diagram Venn di bawah ini menunjukkan perbandingan mitosis dan meiosis.

contoh diagram venn yang menunjukkan tumpang tindih antara meiosis dan mitosis

Bagan T

Pengatur grafis brilian lainnya untuk membandingkan dan membedakan adalah “Diagram T”. Bagan-T hanyalah sebuah tabel dengan dua kolom, biasanya membandingkan dua item atau ide, atau menyortir data ke dalam kategori. Jenis pengatur grafis ini sangat cepat dibuat dan mudah dipahami, terutama bagi siswa. Bagan T juga dapat digunakan untuk mengkategorikan dan mencatat pro dan kontra.

Bagan T merupakan pilihan yang populer bagi guru dan siswa karena tata letaknya yang mudah, dan menawarkan beragam fungsi. Sebagai contoh, jika siswa berencana untuk melakukan karyawisata tetapi tidak dapat memilih lokasi, maka bagan T dapat sangat membantu.

Guru dapat meminta siswa untuk membuat bagan T tentang tempat-tempat yang potensial dan membuat daftar keuntungan dan kerugian dari masing-masing lokasi di kolom masing-masing. Selain itu, bagan T adalah pengatur grafis yang bagus untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu topik.

Pengatur Grafis untuk Pengurutan dan Sebab-Akibat

Berikutnya dalam daftar adalah pengatur grafis, yang menunjukkan urutan atau garis waktu kejadian. Pengatur grafis urutan dan garis waktu sangat berguna bagi guru ketika menyajikan peristiwa dalam urutan kronologis adalah penting. Beberapa pengatur grafis yang membantu siswa memvisualisasikan hubungan antara langkah-langkah dalam suatu proses atau hubungan dalam suatu rantai peristiwa adalah sebagai berikut.

Garis waktu

Pengatur grafis garis waktu menunjukkan urutan peristiwa dalam urutan kronologis. Mata pelajaran sejarah sangat memanfaatkan garis waktu. Karena peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah dapat ditampilkan dalam urutan yang tepat dengan menggunakan garis waktu. Selain tanggal, garis waktu juga memberikan fleksibilitas untuk menyebutkan lokasi. Misalnya, garis waktu Revolusi Amerika dapat memetakan titik balik utama seperti Pesta Teh Boston, penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan, dan Pertempuran Yorktown.

Garis waktu juga dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana fenomena tertentu berkembang dari waktu ke waktu, seperti pertumbuhan bisnis. Templat garis waktu Piktochart di bawah ini memetakan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan dan pemerintahan Ratu Elizabeth II. Perhatikan bagaimana kombinasi gambar dan teks ringkas membuat kronologi ini menarik dan mudah diikuti.

infografik tentang garis waktu ratu elizabeth ii

Diagram alir

Jenis pengatur grafis ini menunjukkan langkah-langkah suatu proses dan bagaimana semua langkah digabungkan dalam suatu urutan untuk mewujudkan proses tersebut. Diagram alir secara sistematis dan jelas mendokumentasikan dan mengkomunikasikan bagaimana suatu proses bekerja dan langkah-langkah apa saja yang terlibat di dalamnya, dari awal hingga akhir. Ketika sebuah proses dipetakan menggunakan diagram alir, area potensial atau langkah-langkah perbaikan dapat diidentifikasi.

contoh diagram alir

Diagram Sebab dan Akibat

Seperti namanya, diagram sebab-akibat mengelompokkan penyebab-penyebab masalah yang telah terjadi atau mungkin terjadi. Hubungan antara berbagai faktor penyebab juga dapat ditunjukkan dengan menggunakan diagram sebab-akibat.

Sering disebut sebagai diagram Ishikawa, atau diagram tulang ikan, diagram sebab-akibat adalah salah satu alat dasar kualitas. Meskipun sering dikaitkan dengan analisis akar masalah dalam bisnis dan manufaktur, diagram sebab-akibat juga sangat ampuh untuk mencari akar permasalahan di dalam kelas. Dengan memetakan semua faktor yang berpotensi menyebabkan masalah, siswa dapat mulai mengidentifikasi pola dan solusi yang dapat ditindaklanjuti.

diagram tulang ikan dari noria corporation

Pengatur Grafis untuk Ide Utama dan Detail Pendukung

Kategori pengatur grafis ini menunjukkan ide utama dan ide pendukungnya. Ini mendefinisikan dan memvisualisasikan konsep inti dan semua detail pendukungnya. Ini adalah alat yang hebat yang membantu siswa mengembangkan garis besar suatu topik untuk pemahaman yang lebih baik. Beberapa contoh diberikan di bawah ini.

Web Ide Utama

Jenis pengatur grafis ini dimulai dengan ide utama dan bercabang menjadi sub-ide yang terkait. Titik kunci di balik pengatur grafis web kadang-kadang disebut sebagai bola lampu. Alat ini terutama digunakan untuk melakukan curah pendapat untuk tujuan penulisan. Sebagai contoh, jika seorang siswa menulis laporan tentang fotosintesis, mereka dapat meletakkan “fotosintesis” di tengah, kemudian bercabang ke subtopik terkait seperti ‘kloroplas’, ‘reaksi yang bergantung pada cahaya’, dll.

Diagram Tulang Herring

Diagram herringbone digunakan ketika melibatkan proses. Jenis pengatur web ini membantu Anda memecah variasi dalam suatu proses atau penyebab yang mengarah pada suatu efek. Diagram herringbone sangat penting untuk menghindari suatu peristiwa sebelum terjadi.

Pengatur Grafis untuk Menulis dan Mencatat

Kelompok pengatur grafis lain yang akan kita bahas berfokus pada penulisan dan pencatatan. Menulis, terutama esai, terbukti menantang bagi banyak siswa karena mereka kesulitan dalam mengatur ide. Berikut ini adalah beberapa pengatur grafis untuk menulis, yang dapat sangat membantu Anda.

Peta Esai

Menulis esai adalah keterampilan penting yang digunakan siswa sepanjang hidup mereka. Sebuah peta esai merupakan alat yang brilian bagi siswa, karena membantu mereka untuk membuat garis besar secara sistematis tanpa kehilangan detail. Setelah siswa selesai dengan peta esainya, menulis menjadi sangat mudah.

Peta Cornell

Pengatur grafis ini adalah teknik yang populer untuk mencatat. Khususnya selama kuliah dan membaca buku teks, templat Cornell Map sangat berguna karena membantu siswa untuk mencatat semua ide dan informasi penting secara sistematis. Biasanya memiliki kolom petunjuk, kolom pencatatan, dan bagian ringkasan.

Ketika siswa membuat catatan, ide-ide kunci, tanggal-tanggal penting, rumus, dan detail lainnya akan masuk ke dalam kolom “pencatatan”. Mereka akan menambahkan pertanyaan, isyarat, dan judul di kolom “isyarat”. Sedangkan, bagian “ringkasan” akan mencakup ringkasan catatan sebagai satu atau dua hasil pembelajaran utama. Hal ini membantu siswa mengidentifikasi detail-detail penting saat mereka merevisi catatan mereka nantinya.

Kiat untuk Menggunakan Pengatur Grafis Secara Efektif

Penting bagi para guru untuk menggunakan pengatur grafis dengan cara yang memaksimalkan peluang pembelajaran yang efektif. Beberapa tips untuk memastikan pengatur grafis yang efektif diberikan di bawah ini.

  • Sederhana Selalu Lebih Baik-Pengaturgrafis Andaharus selalu sederhana. Hal ini akan membantu siswa belajar dengan cepat. Sebagai contoh, hindari kalimat yang lengkap kecuali jika benar-benar diperlukan.
  • Tawarkan Berbagai Jenis Pengatur Grafis – Perlihatkan kepada siswa Anda berbagai jenis pengatur grafis yang berbeda dari hari ke hari. Hal ini akan memunculkan kreativitas terbaik dalam diri mereka.
  • Gunakan untuk Menilai Pembelajaran Siswa – Berikan siswa sebuah tugas bersama dengan pengatur grafis yang berfokus pada keterampilan yang sedang dipelajari. Gunakan pengatur grafis mereka untuk menilai posisi mereka di kelas.
  • Sering-seringlah menggunakannya-Menggunakanpengatur grafis sesering mungkin akan membantu siswa menginternalisasi apa yang sedang diajarkan. Semakin sering siswa menggunakan alat bantu ini untuk terlibat dengan konten, mereka akan semakin mahir menggunakannya secara mandiri.

Kesimpulan

Pengatur grafis adalah alat bantu bagi guru untuk menjelaskan masalah-masalah yang kompleks kepada murid-murid mereka. Demikian pula, pengatur grafis membantu siswa memvisualisasikan informasi yang sedang diajarkan di kelas.

Ada berbagai macam pengatur grafis yang berbeda, masing-masing cocok untuk tujuan atau proses berpikir tertentu. Baik itu curah gagasan, membandingkan dan membedakan, mengurutkan peristiwa, memetakan esai, atau membuat catatan terstruktur, ada pengatur grafis yang dapat membantu, guru dapat mendorong siswa mereka untuk menghasilkan ide dengan menggunakan pengatur grafis dalam pelajaran mereka. Siswa dapat menggunakan pengatur grafis untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka.

Piktochart adalah solusi satu atap yang memungkinkan Anda membuat organisator grafis Anda sendiri dalam hitungan detik. Tersedia templat satu halaman dan templat multi halaman untuk memenuhi semua jenis kebutuhan. Daftar di Piktochart sekarang dan jadikan belajar menjadi menyenangkan!